Cicilan Mobil Anda Macet?Tips Cegah Was-was didatangi debt collector
Publish 2014-06-14 Dilihat: 2854

Jakarta - Anda pernah disita kendaraannya karena menunggak cicilan? Atau, Anda sedang was-was menanti datangnya debt collector untuk mengambil kendaraan Anda?


Tak perlu khawatir, cermati dulu perjanjian kredit kendaraan Anda dengan perusahaan pembiayaan, lihat apakah ada poin perihal perjanjian fidusia. Kalau ada, berarti kendaraan Anda aman dari sitaan.


Aturan Fidusia

Pengertian fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda.


Fidusia termasuk perjanjian assessoir. Artinya, perjanjian assessoir itu tidak mungkin berdiri sendiri, tetapi membuntuti perjanjian lainnya yang merupakan perjanjian pokok, dalam hal ini perjanjian jual-beli.


Jaminan fidusia ini sendiri sudah tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.


Kemudian, aturan tersebut diperkuat lagi dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia.


Aturan itu mewajibkan multifinance yang melakukan pembebanan jaminan fidusia untuk mendaftarkan jaminan tersebut kepada kantor pendaftaran fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian pembiayaan dilakukan.


Regulator akan memberikan sanksi jika perusahaan multifinance tidak mendaftarkan jaminan fidusia.


Fidusia menurut asal katanya berasal dari bahasa Romawi fides yang berarti kepercayaan. Dalam terminologi Belanda, istilah ini sering disebut secara lengkap yaitu Fiduciare Eigendom Overdracht (F.E.O.), yaitu penyerahan hak milik secara kepercayaan, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Fiduciary Transfer of Ownership.


Sebelum berlakunya Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia terdapat berbagai pengaturan mengenai fidusia, di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun telah memberikan kedudukan fidusia sebagai lembaga jaminan yang diakui undang-undang.


Namun, yang perlu Anda perhatikan adalah bahwa pengertian fidusia berbeda dengan jaminan fidusia. Jaminan fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan utang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fidusia diberikan oleh debitur kepada kreditur untuk menjamin pelunasan utangnya.


Singkat kata, aturan ini menyatakan bahwa pembeli kendaraan berhak tetap memiliki kendaraan meski pembayaran cicilannya menunggak karena sudah membayar uang jaminan fidusia kepada perusahaan leasing, dan perusahaan leasing wajib menyetorkan dana itu kepada kantor pendaftaran yang ditunjuk pemerintah.


Akan tetapi, pada praktiknya perusahaan leasing atau multifinance banyak yang tidak mendaftarkan perjanjian itu kepada Kantor Pendaftaran Fidusia.


Padahal konsumen sudah menandatangani perjanjian bahwa mereka setuju untuk memberikan hak kepemilikan kepada multifinance sampai kendaraan lunas. Meski begitu, kesepakatan hukum itu tidak dilaporkan kepada negara melalui Kantor Pendaftaran Fidusia di Kementerian Hukum dan HAM.


Padahal, berdasarkan aturan formal, setiap perjanjian pembiayaan yang mencantumkan kata-kata 'dijaminkan secara fidusia' harus dibuat notaris dan didaftarkan pada kantor fidusia untuk mendapatkan sertifikat. Karena itu, tidak mengherankan marak terjadi perjanjian fidusia 'bawah tangan'.


Karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia yang mewajibkan multifinance yang melakukan pembebanan jaminan fidusia untuk mendaftarkan jaminan tersebut kepada kantor pendaftaran fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian pembiayaan dilakukan. Regulator akan memberikan sanksi jika perusahaan multifinance tidak mendaftarkan jaminan fidusia.


Keuntungan Bagi Konsumen

Dengan adanya aturan fidusia ini, tentu memberikan keuntungan bagi para konsumen. Konsumen jadi merasa aman bahwa barang yang dibelinya terjamin karena perusahaan tempat mengajukan pembiayaan tidak dapat sewenang-wenang menarik begitu saja barang yang menunggak cicilannya tersebut.


Selain itu, konsumen juga mendapat perlindungan hukum terkait hak kepemilikannya atas kendaraan yang sudah dibeli.


Ada enam ketentuan dari UU Jaminan Fidusia yang perlu mendapat perhatian konsumen, yaitu:


1. Perusahaan yang melakukan pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dengan pembebanan jaminan fidusia wajib mendaftarkan jaminan fidusia dimaksud pada Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai UU yang mengatur mengenai jaminan fidusia.


2. Kewajiban pendaftaran jaminan fidusia tersebut berlaku pula bagi perusahaan yang melakukan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor berdasarkan prinsip syariah dan/atau pembiayaan konsumen kendaraan bermotor yang pembiayaannya berasal dari pembiayaan penerusan (channeling) atau pembiayaan bersama (joint financing).


3. Perusahaan pembiayaan wajib mendaftarkan jaminan fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen.


4. Perusahaan pembiayaan dilarang melakukan penarikan benda jaminan fidusia berupa kendaraan bermotor jika Kantor Pendaftaran Fidusia belum menerbitkan sertifikat jaminan fidusia dan menyerahkannya kepada perusahaan pembiayaan.


5. Penarikan benda jaminan fidusia berupa kendaraan bermotor oleh perusahaan pembiayaan wajib memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagaimana diatur dalam UU mengenai jaminan fidusia dan telah disepakati oleh para pihak dalam perjanjian pembiayaan konsumen kendaraan bermotor.


6. Perusahaan pembiayaan yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan sanksi administratif secara bertahap berupa peringatan, pembekuan kegiatan usaha, atau pencabutan izin usaha.
 

Sementara itu, utang yang pelunasannya dijamin dengan fidusia dapat berupa:

a. Utang yang telah ada
b. Utang yang akan timbul di kemudian hari yang telah dijanjikan dalam jumlah tertentu
c. Utang yang pada saat eksekusi dapat ditentukan jumlahnya berdasarkan perjanjian pokok yang menimbulkan kewajiban memenuhi suatu prestasi.
 

Nah, jika Anda sudah memiliki aturan fidusia dalam kontrak perjanjian kredit kendaraan, tak perlu khawatir lagi apabila cicilan kendaraan Anda macet. Namun, yang pasti, Anda tetap harus bertanggung jawab untuk melunasi kendaraan Anda.


Sumber : detik

Artikel & tips mobil montirGw.com - Risiko Ganti Pelek
Risiko Ganti Pelek
Artikel & tips mobil montirGw.com - Modif CityCar Anda dengan Aksesoris Add-ON
Modif CityCar Anda dengan Ak...
Artikel & tips mobil montirGw.com - Menghitung Tarif Pajak Progresif
Menghitung Tarif Pajak Progr...
Artikel & tips mobil montirGw.com - Alat Pengunci Pintu Otomatis untuk Jazz Lama
Alat Pengunci Pintu Otomatis...
Komentar
Untuk melakukan komentar silahkan Login atau Daftar terlebih dahulu.
Promo Auto Deals
50%
Free
montirgw.com - auto deals, Dimas Car Care Sale..
Dimas Car Care Sale..
View
pendaftaran montir dimontirgw.com